Teori Belajar
— Sumber : Teori Belajar dan Motivasi
— (suciati, Prasetyo setyawan)
— Penggolongan/ aliran Teori Belajar
- Aliran Tingkah Laku (hasil dari proses belajar)
- Kognitif (proses)
- Humanistik (isi apa yang dipelajari)
- Sibernetik (sistem informasi)
— Aliran Tingkah Laku
— Belajar adalah perubahan dalam
tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.
— Beberapa tokohnya adalah :
- Thorndike (aliran koneksionis)
Perubahan
tingkah laku itu boleh berwujud sesuatu yang konkret atau yang non konkret.
2. Watson
Stimulus
dan respon harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati.
Aliran
tingkah laku lebih senang memilih untuk tidak memikirkan hal-hal yang tidak
dapat diukur, hanya dengan demikianlah psikologi dan ilmu tentang belajar dapat
disejajarkan dengan ilmu fisika/ biologi yang sangat berorientasi pada
pengalaman empirik.
Perubahan
tingkah laku menurut skinner :
Setiap
stimulus yang diberikan berinteraksi satu dengan yang lainya, dan interaksi ini
akhirnya mempengaruhi respon yang dihasilkan tersebut.
— Kritik terhadap teori tingkah laku
- Tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks
- Cenderung mengarahkan siswa berpikir linier, konvergen dan tidak kreatif.
- Adanya negative Reinforcement yang masih diberlakukan sangat tidak efektif.
— Aliran Kognitif
— Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri
seorang individu melalui proses interaksi yang berkesinambungan dengan
lingkungan.
Misalnya :
ketika anda membaca tulisan ini, bukan alfabet2 terpisah yang anda kunyah dalam
pikiran, tapi adalah kata, kalimat, yang kesemuanya seolah jadi satu, menyerbu
secara total bersamaan.
— 1. Jean Piaget
Proses
belajar terdiri dari 3 tahapan :
1.
Asimilasi
Proses penyatuan informasi baru
ke struktur kognitif yang sudah ada dalam diri mahasiswa.
Contoh :
memperkenalkan prinsip penjumlahan.
2.
Akomodasi
Penyesuaian struktur kognitif
kedalam situasi yang baru.
Contoh :
pemberian soal perkalian
3.
Equilibrasi
Penyesuaian berkesinambungan
antara asimilasi dan akomodasi
Contoh :
penataan informasi yang sistematis
— 2. Jerome Bruner(free discovery
learning)
— Proses belajar akan berjalan dengan
baik dan kreatif jika guru memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menemukan
suatu aturan (termasuk konsep, teori, definisi, dan sebagainya) melalui
contoh-contoh yang menggambarkan aturan yang menjadi sumbernya. (proses belajar
berjalan secara induktif).
— Contoh : kejujuran.
— Kritik terhadap Teori Kognitif
- Sukar dipraktekkan terutama di tingkat lanjut.
- Beberapa konsep tertentu (intelejensia, belajar, pengetahuan) yang mendasari teori ini sukar dipahami dan pemahaman itu sendiri pun belum tuntas.
— Aliran Humanistik
— Proses belajar harus berhulu dan
bermuara pada manusia itu sendiri. ini terwujud dalam teori Bloom dan Krathwohl
dalam bentuk taksonomi Bloom. Selain itu empat pakar lainya adalah Kolb, Honey
dan Mumford, serta Habermas.
— Bloom dan Krathwohl
- Kognitif, yang terdiri dari 6 tingkatan :
— Pengetahuan (mengingat, menghafal)
— Pemahaman (menginterpretasikan)
— Aplikasi (menggunakan konsep untuk
memecahkan suatu masalah)
— Analisis (menjabarkan suatu konsep)
— Sintesis (menggabungkan,
bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep utuh)
— Evaluasi (membandingkan nilai-nilai,
ide, metode)
2.
Psikomotor, yang terdiri dari 5 tingkatan :
— Peniruan (menirukan gerak)
— Penggunaan (menggunakan konsep untuk
melakukan gerak)
— Ketepatan (melakukan gerak dengan
benar)
— Perangkaian (melakukan beberapa
gerakan sekaligus dengan benar)
— Naturalisasi (melakukan gerak dengan
wajar)
3. Afektif,
yang terdiri dari 5 tingkatan :
— Pengenalan (ingin menerima, sadar
akan adanya sesuatu)
— Merespon (aktif berpartisipasi)
— Penghargaan ( menerima nilai-nilai,
setia kepada nilai-nilai tertentu.
— Pengamalan (menjadikan nilai-nilai
sebagai bagian dari pola hidup).
— Kolb
Tahapan
Belajar menjadi empat :
- Pengalaman Konkrit (siswa sekedar mengalami suatu kejadian)
- Pengamatan aktif dan reflektif (observasi aktif)
- Konseptualisasi (membuat abstraksi/ teori)
- Eksperimentasi aktif. (mengaplikasikan suatu aturan umum ke situasi yang baru)
— Honey dan Mumford
Bedasarkan
teori Koln, Honey dan Mumford membuat penggolongan Mahasiswa :
- Aktivis
- Reflektor
- Teoris
- pragmatis
— Habermas
— Belajar sangat dipengaruhi oleh
interaksi dengan lingkungan maupun manusia. Sehingga ia membagi tipe belajar
menjadi tiga:
- Belajar teknis
Belajar bagaiman
berinteraksi dengan alam sekilingnya.
2. Belajar
praktis
Interaksi
antara siswa dengan orang-orang sekitarnya.
- Belajar emansipatoris
- Siswa berusaha mencapai pemahaman dan kesadaran yang sebaik mungkin tentang perubahan (transformasi) kultural dari suatu lingkungan.
— Kritik teori Humanistik
Sukarnya
menterjemahkan teori ini ke langkah-langkah yang lebih praktis dan konkrit.
— Aliran Sibernetik
Belajar
adalah pengolahan informasi.
Tokohnya
adalah :
- Landa
Ada dua
macam proses berpikir :
1. berpikir algoritmik : proses
berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu target tertentu.
Contoh :
matematika.
2. berpikir heuristik : proses
berpikir divergen menuju kebeberapa target sekaligus.
Contoh :
konsep luas dan punya banyak interpretasi.
— Kritik teori Sibernetik
- Tidak membahas proses belajar secara langsung sehingga hal ini menyulitkan penerapanya.
- Pemahaman kita terhadap mekanisme kerja otak yang masih terbatas mengakibatkan pengetahuan kita tentang bagaimana informasi itu diolah juga menjadi sangat terbatas.
“untuk menemukan perhitungan akar 437,
misalnya apakah kita perlu tahu lebih dahulu bagaimana sebuah kalkulator
bekerja?”
Untuk
mengembangkan suatu teori belajar, kita tidak harus mengetahui seluk beluk
kerja otak kita sampai ke detail-detailnya.
No comments:
Post a Comment